snAji Baskoro, seorang anak muda Indonesia biasa, dari kalangan biasa, dan keluarga biasa, tetapi ia memiliki berjuta asa yang membara di dalam jiwa, ia ingin menjadi luar biasa.

Aji dilahirkan dari rahim seorang perempuan yang kuat, yang selalu berpeluh di setiap saat. Ia kecil di sebuah desa yang teramat pelosok, di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Indonesia.

Aji kecil mempunyai banyak mimpi, mulai dari arsitek, duta besar, sampai menjelajahi pelosok bumi. Ya! anak pelosok suka yang pelosok-pelosok. Dari kecil ia sudah intim dengan ‘Atlas’, hampir tiap hari ia buka, ia bolak-balik, lalu ia cermati. Dan ia juga mengoleksinya, mulai dari Atlas Indonesia, sampai Atlas Dunia yang ‘cukup’ jumbo.

Bulu tangkis adalah olahraga favoritnya. Ia juga suka menggambar, bersepeda, memotret, membaca, menulis, berimajinasi dan mempelajari bahasa.

Ia memulai pendidikan formalnya di TK Pertiwi Desa Randusanga Kulon. Kemudian tingkat dasar di SDN Randusanga Kulon. Karena ia tinggal di desa, Aji pun melanjutkan pendidikan menengah pertamanya di MTsN Model Brebes dengan kawan karibnya sepeda yang selalu menemani dikala panas terik maupun hujan.

Ternyata, Aji memilih melanjutkan studi lanjutannya di MA Futuhiyyah 1 Suburan Barat, Mranggen, Demak setelah pindah dari sekolahnya dulu di Brebes.

Selain pendidikan formal, Aji atau Jibas biasanya disapa juga pernah mengenyam pendidikan non formal. Yaitu di Madrasah Diniyah Miftahul Falah Randusanga Kulon. Dan bergabung bersama kaum bersarung di Pondok Pesantren Futuhiyyah, Suburan, Mranggen, Demak.

Beberapa orang telah banyak menginspirasinya. Agustinus Wibowo misalnya, ia seorang backpacker ‘kere’ tapi bisa menggapai atap dunia, mengarungi Sungai Amu Darya, sampai menapaki tapal batas negeri-negeri.

Juga Ibnu Batuta yang gagah berani menerjang lautan menjelajah bumi. Bang Ahmad Fuadi. Bang Danang, Om Ippo, dan yang lainnya. Namun menurutnya, orang yang paling menancapkan inspirasi dan motivasi adalah kedua bidadarinya, They are Bapak dan Emaknya.

Tetapi yang terpenting dalam hidup Aji adalah ia ingin berguna bagi keluarga, nusa, bangsa, terutama agama.

DSCF6017[1]
Aji Baskoro di atas kawah Gunung Sindoro ketika ‘Mencari jejak Sindoro’ bersama Futpala.
IMG_0270
Aji Baskoro pada Opening Ceremony Aksioma 2015 tingkat Jateng di Asrama Haji Donohudan.
DSCN1616
Dia Aji Baskoro berhasil mejadi runner up pada classmeeting 2015.
DSCN0155
Bersama santri lainnya Aji (Tiga: dari kanan) berpose seusai acara memperingati Hari Santri Nasional.