Hai para MABA (Mahasiswa Baru) di mana pun Anda berada… Dari Sabang sampai Merauke dari universitas negeri maupun swasta… 

Salam Mahasiswa!!!

Selamat kepada IPB yang telah berhasil memecahkan rekor dunia The Most Mozaic Picture formation tercepat yakni 42 detik dan jumlah formasi terbanyak. Record Holder Republic (RHR) Registry of official world records mengukuhkannya di kampus Dramaga, Bogor.

Tak sengaja saya menemukan artikel mengenai prestasi IPB ini di salah satu akun di IG.

Bangga! Namun juga ada yang menghina!

Beberapa akun mengomentari.

Bangga? Ya bisa dipastikan siapa yang bangga akan prestasi tersebut? Kontras… Siapa sih yang menghina?

Semua adalah mahasiswa yang katanya kaum intelek terpelajar para penerus bangsa. Namun, hanya karena gengsi dan  terlalu bangga akan universitas masing-masing mereka saling meghina.

Apa mereka lupa bahwa mahasiswa itu adalah para kader yang siap terjun membela rakyat berjuang untuk rakyat tanpa melihat asal-usul, ras, agama, dan suku seperti yang dilakukan mahasiswa era orde baru?

Mereka para mahasiswa tumpah ruah turun ke jalanan untuk menggulingkan rezim dzolim tanpa melihat latar belakang. Mereka bersatu dan Berjuang.

Hei para mahasiswa…

Kita boleh bangga akan almamater kita. Namun jangan tutup telinga tutup mata dengan almamater univ lain.

Hei para mahasiswa…

Jangan bangga dengan kampus kita yang masuk top university namun sumbangsih apa yang sudah kita lakukan untuk kampus kita dan Indonesia?

Siapa kita di universitas kita?

Sukses bukan berdasarkan di mana letak kita lahir. Siapa orang tua kita. Dan di mana kita mengenyam pendidikan.

Setiap orang yang lahir di dunia ini berhak untuk mendapatkan kesuksesannya masing-masing. Tinggal seberapa keras kita memperjuangkan kesuksesan kita.

Sebenernya saya juga MABA tahun 2016 ini di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. 👋

Dengan berakhirnya OPAK (Orientasi Pengenalan Akademik) yang berlangsung dari tanggal 18-20 Agustus saya resmi menjadi maba dan bergabung dengan keluarga UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Saya tidak bermaksud membanggakan almamater saya lalu menempatkan almamater saya di langit tujuh sedangkan menempatkan almamater univ lain di langit terbawah. Namun, tulisan ini saya buat untuk kita para maba dan mahasiswa bercermin kembali mengenai status kita yakni “Mahasiswa” yang mempunyai Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Bagaimana Pendidikan dan Pengajaran kita?

Bagaimana Penelitian dan Pengembangan kita?

Apa Pengabdian kepada Masyarakat Indonesia?

Tempel, 31 Agustus 2016