Search

ImaJibaskoro | Musafir of Life

Soal Catatan. Coretan. Renungan. Dan imaji si Aji

Contoh Sambutan  Perpisahan Dalam Bahasa Inggris. 


Sambutan di atas saya buat ketika saya menjadi orang yang terpilih untuk mewakili teman-teman kelas XII dalam acara wisuda MA Futuhiyyah 1 Mranggen Demak 2016 kemarin. 


(Ketika di atas podium)
Kalau dilihat dari segi gramatikalnya mungkin sangat kacau. Maklum, saya belum mahir soal tata bahasa Inggris karena saya masih belajar.🙂

Semoga dapat memberikan manfaat kepada teman-teman yang ingin membuat sambutan maupun pidato tentang perpisahan dalam bahasa Inggris. 

Dikalau ada yang ingin mengocopy file aslinya email saja ke ajibaskoro197@gmail.com.

Menjadi Mahasiswa


Hai para MABA (Mahasiswa Baru) di mana pun Anda berada… Dari Sabang sampai Merauke dari universitas negeri maupun swasta… 

Salam Mahasiswa!!! 

Selamat kepada IPB yang telah berhasil memecahkan rekor dunia The Most Mozaic Picture formation tercepat yakni 42 detik dan jumlah formasi terbanyak. Record Holder Republic (RHR) Registry of official world records mengukuhkannya di kampus Dramaga, Bogor. 

Tak sengaja saya menemukan artikel mengenai prestasi IPB ini di salah satu akun di IG. 

Bangga! Namun juga ada yang menghina! 

Beberapa akun mengomentari. 

Bangga? Ya bisa dipastikan siapa yang bangga akan prestasi tersebut? Kontras… Siapa sih yang menghina? 

Semua adalah mahasiswa yang katanya kaum intelek terpelajar para penerus bangsa. Namun, hanya karena gengsi dan  terlalu bangga akan universitas masing-masing mereka saling meghina.

Apa mereka lupa bahwa mahasiswa itu adalah para kader yang siap terjun membela rakyat berjuang untuk rakyat tanpa melihat asal-usul, ras, agama, dan suku seperti yang dilakukan mahasiswa era orde baru? 

Mereka para mahasiswa tumpah ruah turun ke jalanan untuk menggulingkan rezim dzolim tanpa melihat latar belakang. Mereka bersatu dan Berjuang.

Hei para mahasiswa… 

Kita boleh bangga akan almamater kita. Namun jangan tutup telinga tutup mata dengan almamater univ lain. 

Hei para mahasiswa… 

Jangan bangga dengan kampus kita yang masuk top university namun sumbangsih apa yang sudah kita lakukan untuk kampus kita dan Indonesia? 

Siapa kita di universitas kita? 

Sukses bukan berdasarkan di mana letak kita lahir. Siapa orang tua kita. Dan di mana kita mengenyam pendidikan. 

Setiap orang yang lahir di dunia ini berhak untuk mendapatkan kesuksesannya masing-masing. Tinggal seberapa keras kita memperjuangkan kesuksesan kita. 

Sebenernya saya juga MABA tahun 2016 ini di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. 👋 

Dengan berakhirnya OPAK (Orientasi Pengenalan Akademik) yang berlangsung dari tanggal 18-20 Agustus saya resmi menjadi maba dan bergabung dengan keluarga UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. 

Saya tidak bermaksud membanggakan almamater saya lalu menempatkan almamater saya di langit tujuh sedangkan menempatkan almamater univ lain di langit terbawah. Namun, tulisan ini saya buat untuk kita para maba dan mahasiswa bercermin kembali mengenai status kita yakni “Mahasiswa” yang mempunyai Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Bagaimana Pendidikan dan Pengajaran kita? 

Bagaimana Penelitian dan Pengembangan kita? 

Apa Pengabdian kepada Masyarakat Indonesia? 

Tempel, 31 Agustus 2016

Catatan Seorang Bapak di Hari Tuanya


3096227377_c526473436
Source: (farm4.static.flickr.com/3116/3096227377_c526473436.jpg)

Seorang bapak kira-kira usia 65 tahunan duduk sendiri di sebuah lounge bandara menunggu pesawat yang akan menerbangkannya ke Jogja. Kami bersebelahan hanya berjarak satu kursi kosong. Beberapa menit kemudian ia menyapa saya.

“Dik hendak ke Jogja juga?”

“Saya ke Blitar via Malang, Pak. Bapak ke Jogja?”

“Iya.”

“Bapak sendiri?”

“Iya.” Senyumnya datar. Menghela napas panjang. “Dik kerja dimana?”

“Saya serabutan, Pak,” sahut saya sekenanya.

“Serabutan tapi mapan, ya?” Ia tersenyum. “Kalau saya mapan tapi jiwanya serabutan.”

Saya tertegun. “Kok begitu, Pak?”

Ia pun mengisahkan, istrinya telah meninggal setahun lalu. Dia memiliki dua orang anak yang sudah besar-besar. Yang sulung sudah mapan bekerja. Di Amsterdam. Di sebuah perusahaan farmasi terkemuka dunia. Yang bungsu, masih kuliah S2 di USA.

Ketika ia berkisah tentang rumahnya yang mentereng di kawasan elit Pondok Indah Jakarta, yang hanya dihuni olehnya seorang, dikawani seorang satpam, 2 orang pembantu dan seorang sopir pribadinya, ia menyeka airmata di kelopak matanya dengan tisue. Continue reading “Catatan Seorang Bapak di Hari Tuanya”

Mengaji itu …


Mengaji, mengajilah sepanjang hayat nak ! Mengaji itu selalu berproses menjadi aji, menjadi lebih berharga, dan lebih mulia di mata Tuhan. Beranjak perlahan dari kubangan lumpur kebodohan, keterbelakangan, keterpurukan dan kehinaan. Menggulung pekatnya gelap kesesatan, merengkuh terang benderang pendar cahaya penunjuk arah jalan pulang.

Sumber: Mengaji itu …

Ba-ha-gia(?)


Ndak tahu dari mana ini untaian kata, tiba-tiba terlampir di daftar draf post. Dari Pak Yai(?) Politikus(?) Sastrawan(?) mungkin. Dari sebuah buku(?) bisa jadi iya. Dari tong sampahkah(?) iya ndaklah haha. Saya lupa, lantaran sudah cukup lama nongkrong di draf.

Bahagia(?)

Setiap kita pernah berdiri ditengah, antara petunjuk dan kesesatan, antara kebaikan dan keburukan

Kita pernah ragu, pernah bimbang, pernah galau pernah gelisah, bagaimana pun kuatnya kita masih manusia

Sampai pada satu masa kita sadar, meninggalkan keburukan penuh konsekuensi, tapi tetap berada dalam keburukan pun penuh konsekuensi

Dan kita tahu pasti, berada dalam kebaikan atau pun keburukan, sama sulitnya, sama susahnya, ada pula nikmatnya, ada senangnya

Tapi bahagia, itu hanya dirasa oleh yang taat, melangkahlah dalam kebaikan🙂

Semoga dapat menjadi cerminan khusunya bagi saya pribadi umumnya untuk pembaca sekalian.

Pesan Rais Aam di Dalam Menyongsong Pergantian Tahun


Screenshot_2015-12-31-21-07-57
Screenshooted from @kajiannusantara, @nahdlatululama

@nahdlatululama
・・・
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dalam konteks menyongsong serta merayakan tahun baru ini mengimbau agar:

Pertama, marilah kita tunjukkan suasana kebersamaan dengan kesederhanaan dan kebersahajaan di dalam melaksanakan perayaan tahun baru serta menghindarkan diri dari kegiatan-kegiatan yang merusak moral kabut-kebutan, mabuk-mabukan, pesta minuman keras dan lain sebagainya.

Kedua, mari kita memelihara tali ukhuwwah wathaniyyah (persaudaraan sebangsa)

Ketiga, mari kita jadikan momentum pergantian tahun untuk melakukan perbaikan-perbaikan serta refleksi untuk kehidupan yang lebih baik di tahun depan.

Alakullihal, mari kita sambut Tahun baru 2016 dengan menyujudkan rasa syukur kita bersama, baik sebagai pribadi atau sebagai elemen bangsa dan negara.

Selamat Tahun baru 2016. Kita songsong Indonesia yang lebih baik dan bermartabat.

Jakarta, 31 Desember 2015

Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU)

Dr. KH. Ma’ruf Amin

Continue reading “Pesan Rais Aam di Dalam Menyongsong Pergantian Tahun”

Doa Bunda


ninety

Sudah hampir tiga tahun tak bertemu, tak berjumpa, tak bertatap muka dengannya, Bunda Aenun kami NINETY (Nine Excellent Community) menyebutnya.

Angkatan kami sepakat menyebutnya dengan sebutan Bunda. Hal ini agar menjadi pembeda antar angkatan sebelum kami yang memanggilnya dengan Umi Fitri. Beliaulah ibu kami sewaktu kami mengenyam bangku pendidikan menengah di MTsN Model Brebes.  Continue reading “Doa Bunda”

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑