Terpotong Waktu


Apakah sekarang kadar waktu berubah? berkurang sepersekian detik, menit, jam. Dimana dua puluh empat jam dirasa tak terisisa?”

Jangan pernah berpikir dongkol! Syukurilah anugerah-Nya. Kita sendirilah yang membuang waktu tak pada tempatnya-mendzaliminya-serampangan. Tak bisa me-manage apa itu waktu!” sergahnya.

Mengenal dunia lewat “Moga Bunda Disayang Allah”


moga_bunda_cover_film

Judul                     : Moga Bunda Disayang Allah

Penulis                 : Tere Liye

Penerbit              : Republika Penerbit

Tahun Terbit      : Cetakan ke-I, November2006

Tebal                     : 306 halaman

Harga                    : Rp. 50.000,-

Nomor ISBN       : 979-3210-79-6

“Setiap kali kau protes, maka seseorang akan mengingatkan bahwa Tuhan Maha Adil. Yaa, Tuhan Maha Adil. Sebab kita terlalu bebal maka kitalah yang tidak tahu dimana letak keadilan-Nya, tidak tahu apa maksudnya. Kalau kita tidak pernah mengerti, itu jelas karena itu terlalu tolol, bukan berarti Tuhan tidak adil. Tuhan selalu benar.” (hlm. 145)

∞∞∞

                Pertama Kali baca tajuk novel Tere Liye Moga Bunda Disayang Allah ini yang tersusun berderet rapi di rak agak canggung. Genrenya, isi kandungannya dll. Namun, hatiku berhasil ditarik setelah membaca cuilan sinopsissnya.

Novel ini bercerita ketika Bunda bermimpi tentang Melati. Mimpi yang melegakan, mengharukan sekaligus menyesakkan. Sebuah mimpi paradoks. Bunda Mengusap matanya. Melipat dahi. Seperti baru menyadari sesuatu. Hei! Apa ia tidak salah lihat? Apa pemandangan ini sungguh nyata? Melati sekarang merangkak di depannya. Nyengir lebar memamerkan gigi kelincinya. Bukankah pemandagan ini ganjil sekali? (hlm. 6) Continue reading

Mengurai Butir Kehidupan Melalui “Ketika Tuhan Jatuh Cinta”


12039909

Judul                : Ketika Tuhan Jatuh Cinta

Penulis             : Wahyu Sujani

Penerbit           : DIVA Press

Tahun Terbit    : Cetakan I, Juli 2009

Tebal               : 442 halaman

ISBN                : 979-963-802-X

 

“Langit adalah kitab yang terbentang,

Bumi adlah kitab yang terhampar,

Manusia adlah kitab yang berjalan,

Sedangkan al-Quran adalah cahaya di dalam kegelapan

Tidakkah kau renungkan bahwa segala intrik yang terjadi di dalam hidup,

Hingga meneteskan air mata adalah pertanda Ketika Tuhan Jatuh Cinta?” Continue reading