Search

ImaJibaskoro | Musafir of Life

Soal Catatan. Coretan. Renungan. Dan imaji si Aji

Catatan Seorang Bapak di Hari Tuanya


3096227377_c526473436
Source: (farm4.static.flickr.com/3116/3096227377_c526473436.jpg)

Seorang bapak kira-kira usia 65 tahunan duduk sendiri di sebuah lounge bandara menunggu pesawat yang akan menerbangkannya ke Jogja. Kami bersebelahan hanya berjarak satu kursi kosong. Beberapa menit kemudian ia menyapa saya.

“Dik hendak ke Jogja juga?”

“Saya ke Blitar via Malang, Pak. Bapak ke Jogja?”

“Iya.”

“Bapak sendiri?”

“Iya.” Senyumnya datar. Menghela napas panjang. “Dik kerja dimana?”

“Saya serabutan, Pak,” sahut saya sekenanya.

“Serabutan tapi mapan, ya?” Ia tersenyum. “Kalau saya mapan tapi jiwanya serabutan.”

Saya tertegun. “Kok begitu, Pak?”

Ia pun mengisahkan, istrinya telah meninggal setahun lalu. Dia memiliki dua orang anak yang sudah besar-besar. Yang sulung sudah mapan bekerja. Di Amsterdam. Di sebuah perusahaan farmasi terkemuka dunia. Yang bungsu, masih kuliah S2 di USA.

Ketika ia berkisah tentang rumahnya yang mentereng di kawasan elit Pondok Indah Jakarta, yang hanya dihuni olehnya seorang, dikawani seorang satpam, 2 orang pembantu dan seorang sopir pribadinya, ia menyeka airmata di kelopak matanya dengan tisue. Continue reading “Catatan Seorang Bapak di Hari Tuanya”

Mengaji itu …


Mengaji, mengajilah sepanjang hayat nak ! Mengaji itu selalu berproses menjadi aji, menjadi lebih berharga, dan lebih mulia di mata Tuhan. Beranjak perlahan dari kubangan lumpur kebodohan, keterbelakangan, keterpurukan dan kehinaan. Menggulung pekatnya gelap kesesatan, merengkuh terang benderang pendar cahaya penunjuk arah jalan pulang.

Sumber: Mengaji itu …

Ba-ha-gia(?)


Ndak tahu dari mana ini untaian kata, tiba-tiba terlampir di daftar draf post. Dari Pak Yai(?) Politikus(?) Sastrawan(?) mungkin. Dari sebuah buku(?) bisa jadi iya. Dari tong sampahkah(?) iya ndaklah haha. Saya lupa, lantaran sudah cukup lama nongkrong di draf.

Bahagia(?)

Setiap kita pernah berdiri ditengah, antara petunjuk dan kesesatan, antara kebaikan dan keburukan

Kita pernah ragu, pernah bimbang, pernah galau pernah gelisah, bagaimana pun kuatnya kita masih manusia

Sampai pada satu masa kita sadar, meninggalkan keburukan penuh konsekuensi, tapi tetap berada dalam keburukan pun penuh konsekuensi

Dan kita tahu pasti, berada dalam kebaikan atau pun keburukan, sama sulitnya, sama susahnya, ada pula nikmatnya, ada senangnya

Tapi bahagia, itu hanya dirasa oleh yang taat, melangkahlah dalam kebaikan:)

Semoga dapat menjadi cerminan khusunya bagi saya pribadi umumnya untuk pembaca sekalian.

Pesan Rais Aam di Dalam Menyongsong Pergantian Tahun


Screenshot_2015-12-31-21-07-57
Screenshooted from @kajiannusantara, @nahdlatululama

@nahdlatululama
・・・
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dalam konteks menyongsong serta merayakan tahun baru ini mengimbau agar:

Pertama, marilah kita tunjukkan suasana kebersamaan dengan kesederhanaan dan kebersahajaan di dalam melaksanakan perayaan tahun baru serta menghindarkan diri dari kegiatan-kegiatan yang merusak moral kabut-kebutan, mabuk-mabukan, pesta minuman keras dan lain sebagainya.

Kedua, mari kita memelihara tali ukhuwwah wathaniyyah (persaudaraan sebangsa)

Ketiga, mari kita jadikan momentum pergantian tahun untuk melakukan perbaikan-perbaikan serta refleksi untuk kehidupan yang lebih baik di tahun depan.

Alakullihal, mari kita sambut Tahun baru 2016 dengan menyujudkan rasa syukur kita bersama, baik sebagai pribadi atau sebagai elemen bangsa dan negara.

Selamat Tahun baru 2016. Kita songsong Indonesia yang lebih baik dan bermartabat.

Jakarta, 31 Desember 2015

Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU)

Dr. KH. Ma’ruf Amin

Continue reading “Pesan Rais Aam di Dalam Menyongsong Pergantian Tahun”

Doa Bunda


ninety

Sudah hampir tiga tahun tak bertemu, tak berjumpa, tak bertatap muka dengannya, Bunda Aenun kami NINETY (Nine Excellent Community) menyebutnya.

Angkatan kami sepakat menyebutnya dengan sebutan Bunda. Hal ini agar menjadi pembeda antar angkatan sebelum kami yang memanggilnya dengan Umi Fitri. Beliaulah ibu kami sewaktu kami mengenyam bangku pendidikan menengah di MTsN Model Brebes.  Continue reading “Doa Bunda”

Melawan Arus


 

 

1-ibn-battuta
Image: (yusufmansur.com/wp-content/uploads/2015/10/1.-Ibn-Battuta.jpg

Aku bagaikan Ibnu Batuta yang mengarungi ganasnya samudra. Samudra yang diam namun kadang menghanyutkan. Samudra yang menyimpan berbagai ribuan rahasia di dalamnya. Karena, bukan hanya mutiara, Ikan-ikan, terumbu karang saja.

Ya! perbedaanku dengan Seorang Ibnu Batuta adalah ia berlayar mengarungi ganasnya samudra yang nyata sedangkan kuberlayar mengarungi samudra kehidupan.

Masa ini, aku harus melawan gempuran arus yang menggulung dengan dahsyat. Terkadang aku bertahan. Terkadang aku terseret… namun, aku harus bangkit! melawan arus yang dahsyat agar aku berhasil berlayar mengarungi kehidupan bak Ibnu Batuta yang hebat.

Bertahankah aku?

 

MISUH


ngaji di Nottingham

Misuh, dalam budaya Jawa, misuh itu artinya mengumpat atau berkata kotor. Seperti kata MATA MU, JANCUK, RAIMU, KAKEAN MU.
Sama halnya dengan kata ‘BANGSAT’, dalam hasanah bahasa nasional kita. Umumnya, misuh itu ungkapan kekesalan, kejengkelan, makian, dan konco-konconya.
Tetapi, misuh juga bisa menjadi pertanda keakraban yang sudah akut.

Perasaan ku, aku jarang misuh. Apalagi, kalau misuhi orang lain. Seumur hidupku, saya pernah punya satu pengalaman misuh yang sangat menyejarah.
Waktu masih muda dulu, di dalam sebuah asrama santri yang sangat dekat dengan masjid. Aku terpaksa misuh, dalam keadaan masih dalam balutan sarung, baju koko, peci putih, dan berkalung sajadah, dan baru saja selasai jamaah isyak dari masjid.

Seonggok wajah putih, tertunduk malu, tersandar pada dinding lemari kayu bercat hijau. Amarahku sudah diubun-ubun, tak ada kata-kata yang keluar dari mulut, kecuali dua kata: JANCUK, BAJINGAN! sambil kutampar kedua pipinya berkali-kali, hingga memerah pasrah tanpa perlawanan sama sekali. Kemudian terdiam tanpa kata…

View original post 84 more words

Create a free website or blog at WordPress.com. | The Baskerville Theme.

Up ↑

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,402 other followers