Mengurai Butir Kehidupan Melalui “Ketika Tuhan Jatuh Cinta”


12039909

Judul                : Ketika Tuhan Jatuh Cinta

Penulis             : Wahyu Sujani

Penerbit           : DIVA Press

Tahun Terbit    : Cetakan I, Juli 2009

Tebal               : 442 halaman

ISBN                : 979-963-802-X

 

“Langit adalah kitab yang terbentang,

Bumi adlah kitab yang terhampar,

Manusia adlah kitab yang berjalan,

Sedangkan al-Quran adalah cahaya di dalam kegelapan

Tidakkah kau renungkan bahwa segala intrik yang terjadi di dalam hidup,

Hingga meneteskan air mata adalah pertanda Ketika Tuhan Jatuh Cinta?” Continue reading

Book Review: Beasiswa 5 Benua 100 Kiat Berburu Beasiswa Luar Negeri


Beasiswa-5-Benua-cover(Cover: http://negeri5menara.com/wp-content/uploads/2014/09/Beasiswa-5-Benua-cover.jpg)

Judul                     : Beasiswa 5 Benua 100 Kiat Berburu Beasiswa Luar Negeri

Penulis                 : Ahmad Fuadi

Penerbit              : Gramedia Pustaka Utama

Tahun Terbit      : Cetakan Pertama, September 2014

Tebal                     : 184 halaman

Harga                    : Rp. 79.000,-

Nomor ISBN       : 978-602-03-0848-7

                Mendapatkan beasiswa di luar negeri merupakan dambaan bagi setiap orang, kenapa? Karena dengan belajar di luar negeri kita banyak menuai berbagai ilmu pengetahuan dan pengalaman yang berbeda, yang mana harapannya adalah bisa menanamkan ilmunya di negeri ini. Continue reading

Wanita Berjuta Asa


Wanita Berjuta Asa

Sebuah bangunan kotak hitam tinggi menjualang berdidri dengan gagahnya ditengah-tengah ribuan para jamaah. Berbagai macam warna kulit berputar mengelilinginya. Menundukan kepala beserta jiwa dan raga. Serta berbagai aktivitas lainnya yang hanya ditujukan kepada Sang Pemilik Alam Semesta. Sekarang aku adalah noktah yang tidak ada apanya.

*****

Rembulan masih berjaga. Sang surya belum memanggil. Serta burung-burung belum bernyanyian. Tetapi seorang wanita sudah bergelut dengan peluh dengan asa yang membanjiri sekujur tubuhnya. Setiap hari, hanya sendiri. Tulang ekornya mulai doyong ke belakang. Bahunya mulai merendah hendak mencium tanah. Serta kulitnya semakin bergelambir. Mencerminkan bahwa ia mulai rapuh dan bau akan tanah.

Disaat subuh menjelang, ia tidak pernah lupa membukaan mata Sang Pelita. Membuai rambutnya dengan penuh kelembutan dan kasih sayang. Matanya menyorotkan hamparan harapan dan berjuta asa. Dengan sekejap Sang Pelita pun membuka kedua mata.

Langkah kakinya melangkah Continue reading

Senja di Rotterdam


Originally posted on ngaji di Nottingham:

Senja di Rotterdam Senja di Kinderdijk, Rotterdam, Belanda (16/01/2015)

Rotterdam,
Argh, aku sungguh terpesona ayu paras mu yang eksotik
Aku terlena pada senja mu yang teramat cantik.

Di satu senja itu,
Aku menyusuri jalanan kecil di pelosok desa mu.

Air sungai mu yang jernih,
Ilalang liar mu yang menguning,
senyum gadis-gadis ayu berambut pirang mengayuh sepeda
Dan kincir angin – kincir angin yang enggan berputar.

Berosimfoni dengan kilau emas sinar mentari yang hendak tenggelam
Dan angin mu yang berhembus lembut, perlahan dingin menusuk tulang.
Sungguh,
Hati ku terbuai oleh suasana itu,

Kuusapkan kedua telapak tangan ku pada debu mu,
Kubaluri wajah dan kedua tangan ku,

Di atas kursi tua di samping jembatan itu,
Kutundukkan wajah ku,
Bersujud, bertasbih, memuja-muji Pencipta mu yang Agung.

Rotterdam,
Argh, hatiku masih saja tertawan pada desa mu itu

Rotterdam, 16/01/2015

View original

Cerpen: Menerjang Haluan


Menerjang Haluan

https://imajibaskoro.files.wordpress.com/2014/11/6708b-yutikarina.jpg

Namaku Murni. Tepat di tahun 2050 ini umurku genap tujuh belas tahun. Aku hidup di era kecanggihan teknologi yang sangat mupuni. Semua bisa digenggam dengan tangan. Secepat kedipan mata. Dan seluas jagat raya.

Bersamaan dengan canggihnya teknologi, manusianya justru mengalami kontradiksi. Mentuhankan akal logika sehingga hati hampa karena tak mengenal agama. Sistem riba yang semakin merajalela. Tikus-tikus berdasi yang semakin rakus. Serta semakin individualisnya setiap manusia, bahkan tak jarang ada yang tidak membutuhkan mausia lain lantaran menghamba pada benda rakitan dari besi. Continue reading