Hanya Pahitnya Menuntut Ilmu Sesaat, bukan Perihnya Kebodohan Seumur Hidup


Originally posted on ngaji di Nottingham:

” … dia membuat pemilik nya bisa membedakanyang benar dari yang salah, dia menerangi jalan menuju syurga. Dia adalah satu-satu nya sahabat, ketika kita terasing sendirian di tengah padang pasir, teman pada saat kita berada dalam kesunyian, dan satu-satunya kawan setia saat semua meninggalkan kita. Dia membimbing kita menuju kebahagiaan, dia yang membuat kita tetap bertahan dalam kesedihan dan duka lara, dia menjadi hiasan kala kita berada diantara teman-teman kita, dan dia menjadi tameng pelindung kala kita berada diantara musuh-musuh kita. ” – Kanjeng Rosul S.A.W

menuntut_ilmu

“Argh… kepala ku pusing”, keluh ku sendiri sambil memijit-mijit kepalaku yang tidak sakit di depan ribuan baris-baris code program ku. Sudah coba dan kucoba lagi strategi baru dalam algoritma ini, tapi lagi-lagi tak jua menghasilkan hasil yang memuaskan. Hemm, pada akhirnya aku memahami betul, kenapa di awal-awal dulu, setiap membaca paper-paper ilmiah di bidang ini, di bagian pendahuluan penulis selalu menuliskan bahwa permasalahan ini sudah…

View original 1,197 more words

Book review: Selimut Debu


DSC_0360

 

Judul: Selimut Debu (Cover baru plus foto)

Pengarang: Agustinus Wibowo

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Terbit: 2011

Pembeli : Berapa harga kepala kambing ini?

Penjual : Lima puluh afghani.

Pembeli : Lima puluh? Terlalu Mahal! Dua puluh saja.

Penjual : Apa? Dua puluh afghani? Kamu gila? Kamu kira ini kepala manusia?

Afghanistan, siapa yang mendengar namanya pasti langsung merinding, negeri yang berbalut dengan kemelut akan perang. Bom. Al Qaeda. Dan kemiskinan yang semuanya tanpa pernah berhenti bak aliran Sungai Amu Darya yang melintasi negeri tersebut.

Continue reading

A Short Story: Banjir Bandang


Screenshot_2014-02-13-12-18-36

Cerpen ini gw tulis disaat melirik bencana banjir bandang yang akhir-akhir ini menimpa negeri kita tercinta, hopefully para pembaca menyukainya, and  ditunggu kritik-sarannya :)

dscn3025

Banjir Bandang

Tubuhku kaku, serasa aliran darah membeku, lidah menjadi kelu, mata melihat dengan sayu-sayu, nafas tersenggal-senggal sesak di dalam dada. Sejauh mata memandang kini yang terlihat hanyalah air, air coklat pekat yang tercampur dengan lumpur, ditambah dengan sampah-sampah yang mengapung, mulai dari plastik sampai batang pohon. Jalan yang dulunya berlapis aspal sekarang tertutupi air, pasar dan rumah-rumah yang biasanya ramai akan hiruk pikuk aktivitas orang kini yang terlihat hanyalah air. Continue reading

Menyongsong Peran Baru Sebagai Siswa Berembel Maha


Originally posted on Kang Yogi:

Ketika mengumpulkan sebuah naskah lomba essay ke rektorat UGM Jumat (2/7), saya disadarkan bahwa sudah jalan dua tahun menjadi seorang mahasiswa. Saya tersadar saat melihat upacara pelepasan mahasiswa kakak angkatan 2007 dan 2006 di lapangan upacara rektorat yang akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) ke berbagai daerah seantero Indonesia. Hati kecil saya berkata, ”Tahun depan giliran loe KKN, Gie.” Berbicara KKN, merupakan sebuah tahapan yang mendekati akhir kuliah. Waktu memang begitu cepat berlalu. Saat itu pula mengingatkan kembali momen pertama kali menyandang status sebagai mahasiswa. Dan momen tersebut yang sedang dan akan dialami kawan-kawan mahasiswa baru (maba) sekarang.

Tulisan ini sengaja saya tulis menyambut tahun ajaran baru dan sebagai sebuah media sharing pengalaman bagi kawan-kawan maba.

View original 1,009 more words